17.5.12

Tips Membuat Jas

Beberapa tips membuat Jas yang mungkin anda butuhkan :

  1. Sesuaikan dengan isi kantong (budget kita)
  2. Cari penjahit berpengalaman yang bisa di ajak sharing mengenai bahan, motif, harga dan model 
  3. Lokasi penjahit jangan terlalu jauh agar memudahkan kita saat akan fitting
  4. Cari penjahit yang bisa datang ke rumah dan mengantarkan jas kita ..itu akan lebih baik
  5. Jika perlu ikut saat penjahit ingin membeli bahan, sehingga kita bisa langsung melihat dan merasakan bahan yang bagus yang akan kita beli
  6. Cari referensi sebanyak-banyaknya, bisa dari internet, teman, saudara dll yang pernah membuat Jas

Macam-macam Jarum

Jarum mempunyai beberapa macam bentuk dan kegunaannya, antara lain :
  • Jarum serbaguna (jarum sharp) : Jarum untuk menjahit dengan tangan. Ujung jarum tajam, mata jarum bundar, dan panjangnya sedang.
  • Jarum wol atau jarum bordir : Serupa dengan jarum sharp, namun memiliki mata jarum yang lebih panjang agar mudah memasukkan beberapa helai benang sekaligus atau benang sulam dari wol.
  • Jarum mesin jahit (untuk mesin jahit manual, semiotomatis dan otomatis) : Mata jarum berada sebelum bagian ujung yang runcing.
  • Jarum mesin jahit industri : Jarum berbentuk silinder seluruhnya dan tidak memiliki bagian yang pipih seperti halnya jarum mesin jahit manual.
  • Jarum mesin obras : Jarum obras lebih pendek dibandingkan jarum mesin jahit. Mesin obras menggunakan tiga batang jarum obras sekaligus.
  • Jarum kembar : Dalam sebatang jarum terdapat dua mata jarum. Jarum jenis ini dipakai sewaktu membuat jahitan aplikasi atau menjahit kelim tiras kain.
  • Jarum bolpoin : Jarum ini memiliki ujung yang tumpul, dan dipakai untuk bahan melar seperti bahan rajutan dan kaus. Ukuran 5-10.
  • Jarum tapestri : Jarum bermata jarum besar dan ujung jarum tumpul untuk membordir. Ujung yang tumpul memungkinkan jarum menembus bahan tanpa merusak. Ada pula jarum tapestri dengan dua mata jarum.

sumber : wikipedia dan buku penuntun membuat pola busana tingkat dasar (Gramedia)

Jarum Jahit

Jarum jahit merupakan alat menjahit berbentuk batang yang salah satu ujungnya runcing, dan memiliki mata jarum sebagai lubang lewatnya benang. 
Jarum untuk menjahit dengan tangan (jarum tangan) memiliki mata jarum pada bagian pangkal. Jarum pentol digunakan untuk menyematkan pola pada bahan. Ketika tidak sedang digunakan, jarum pentol dan jarum tangan ditusukkan ke bantal jarum untuk mencegah cedera.
Pada zaman kuno, jarum dibuat dari tulang hewan atau kayu. Jarum jahit modern dibuat dari kawat baja karbon tinggi berlapisnikel atau emas sebagai pencegah korosi.
Ukuran jarum jahit dinyatakan dengan nomor pada kotak jarum atau kemasan. Menurut konvensi, makin kecil nomor jarum, makin besar pula ukuran jarum. Jarum nomor 1 lebih panjang dan berdiameter jauh lebih besar dibandingkan jarum nomor 10 yang lebih pendek dan berdiameter lebih kecil.

sumber : wikipedia

Penemuan Mesin Jahit

Pada tahun 1755, seorang imigran Jerman, Charles Weisenthal, yang tiggal di Inggris, mematenkan penemuan jarumnya yang khusus dirancangnya untuk sebuah mesin. Sayangnya patennya tidak merinci mesin yang menggunakan jarum tersebut.
Berikutnya, seorang pembuat lemari asal Inggris, Thomas Saint yang juga mematenkan mesin jahit di tahun 1790. Tidak diketahui apa Saint benar-benar membuat prototipe mesin yang digunakan pada saat itu, atau hanya sekedar mematenkan agar mendapatkan royalti, kelak jika mesin itu bisa dibuat. Yang pasti, Thomas Saint merinci dalam patennya sebuah benda tajam yang dapat membuat lubang pada kulit dan memasukkan jarum pada lubang yang ada. Selangkah lebih maju dari Weisenthal. Namun reproduksi temuan Saint itu ternyata tidak bisa beroperasi.
Perkara Paten ini juga dilupakan oleh Balthasar Krems. Warga berkebangsaan Jerman ini menemukan mesin otomatis untuk menjahit topi di tahun 1810. Dia tidak mematenkan temuanya dan konon mesinnya tiadak pernah berfungsi dengan baik.
Upaya untuk membuat mesin jahit memang tidak pernah pudar. Banyak pula yang akhirnya menyebabkan perang paten. Namun tidak sedikit pula yang berakhir dengan kegagalan. Contohnya John Adams Doge dan John Knowles dari Amerika. Mereka berdua membuat mesin jahit pada tahun 1818 namun ujung-ujungnya mesin itu gagal saat digunakan untuk menjahit sejumlah kain.
Mesin Jahit yang bisa berfungsi diciptakan oleh Barthelemy Thimonier pada tahun 1830. Mesin ini hanya menggunakan satu benang dan sebuah jarum kait seperti jarum bordir atau sulam. Sayangnya, temeuan ini tidak memperoleh sambutan baik dari masyarakat. Bahkan dirinya hampir terbunuh ketika sejumlah penjahit membakar pabrik garmen miliknya karena takut tersaingi dan menimbulkan pengangguran akibat temuan mesin jahitnya.
Kembali seorang Amerika mencoba membuat mesin jahit dan sukses ditahun 1834, yang bernama Walter Hunt. Namun anehnya, dia tidak merasa bahagia dengan temuannya, karena dia merasa temuannya akan menimbulkan pengangguran.

Sumber : Wikipedia

Mesin Jahit

Mesin jahit adalah peralatan mekanis atau elektromekanis yang berfungsi untuk menjahit.
Sejarah jahit-menjahit dengan menggunakan jarum sudah dimulai pada awal-awal peradaban manusia. 
Bahan jarum ada bermacam-macam. Ada yang terbuat dari batu, tembaga, tulang ataupun gading. Jarum yang masih kasar itu digunakan untuk menyatukan kulit hewan menjadi pakaian. Sementara benangnya yang digunakan dibuat dari otot hewan. Jarum logam digunakan sekitar abad ke-14, yang merupakan jarum dengan menggunakan lubang yang umum dijumpai pada saat ini.

sumber : wikipedia

Bisnis Konveksi

Bisnis Konveksi saat ini sangat populer di Indonesia. Bisnis Konveksi adalah bisnis yang menghasilkan produk pakaian yang merupakan kebutuhan dasar bagi semua orang. Bisnis ini akan selalu ada dan diminati selama manusia masih ada dunia ini ;)

Bisnis Konveksi semakin populer karena sangat mudah untuk memulai bisnis ini. Dengan hanya bermodalkan 1-2 mesin jahit dan keterampilan kita menjahit kita sudah bisa membuka usaha Konveksi. Demikian pula dengan tempat, bisnis Konveksi dimulai dari rumah seperti di garasi rumah kita yang tidak terlalu besar.